FreakOut Indonesia

Tren Iklan di Indonesia 5 Tahun ke Depan

Smartphone di Indonesia

Smartphone di Indonesia memang sudah sangat lekat dengan keseharian kita. Dari 9 jam penggunaan layar, porsi layar paling besar yang kita gunakan ada di smartphone, yakni sebanyak 34%, sisanya adalah televisi  dan laptop. Kini kita pun bisa melakukan berbagai hal melalui smartphone kita. Menurut Kementrian dan Informatika Indonesia pun, 5 aktivitas online di smartphone yang paling popular adalah Mobile Messaging, Social Media, Belanja Online, Pemesanan Tiket dan Mobile Banking.

screen-shot-2016-10-21-at-2-15-25-pm

mobile-2016-data

Kebutuhan smartphone di Indonesia, seakan sudah menjadi kebutuhan primer, yang bahkan bisa menjangkau mulai dari SES A, B hingga C. Bahkan menurut data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2016, lebih dari 47,6% netizen hanya mengakses internet melalui perangkat mobile, lalu 50,7% netizen mengakses melalui perangkat mobile dan komputer. Hal ini kemudian menjadikan smartphone sebagai salah satu tempat yang menarik untuk brand maupun pengiklan lainnya. Kedekatan audience dengan smartphone menjadi pasar tersendiri untuk lingkup advertising, yang kemudian disebut sebagai Mobile Advertising.

Saat ini, google pun sudah mulai membuat mobile content sebagai satu hal yang akan diprioritaskan. Akan ada banyak perubahan yang dilakukan Google , bahkan situs-situs yang cenderung mobile friendly akan mendapat benefit yang lebih banyak. Dengan ini, pesan yang akan dilakukan Google lebih jelas, yaitu: Sekarang waktunya untuk beradaptasi ke mobile.

Mengapa ada Mobile Advertising?

Mobile Advertising dianggap salah satu tren advertising saat ini karena terbukti menjadi perangkat yang paling dekat dengan audiens. Iklan pun mulai bertebaran di situs-situs mobile, dimulai dengan keberadaan display banner ad. Iklan model ini mempresentasikan dirinya sebagai model monetisasi baru untuk situs penyedia informasi, namun ternyata waktu membuktikan bahwa Display Banner Ad mendapatkan tempat yang buruk di hati audiens.

games-banner-3

Display Banner Ad membuat pengguna terganggu ketika ingin mengakses informasi dari sebuah situs mobile ataupun apps. Bahkan ada 3 insight tentang bagaimana audiens berinteraksi dengan sebuah Display Banner Ad

  1. Menutup iklan pop up

Audiens cenderung menghindari iklan tersebut tanpa memperhatikan kontennya terlebih dahulu dengan langsung menutup iklan tersebut

  1. Tidak sengaja mengakses iklan tersebut

Lebih dari 50% audiens secara tidak sengaja memberi klik pada display banner karena posisinya yang terlalu menutupi konten situs yang dituju

  1. Berganti ke situs lain

Audiens cenderung meninggalkan situs yang memiliki banyak pop up banner dan beralih ke situs lain untuk mencari informasi yang sejenis

Munculnya Native Advertising

Memperhatikan bagaimana audiens merasa terganggu dengan display banner ini, muncullah era Native Advertising, sebagai suatu bentuk iklan yang nyaman untuk interaksi audiens. Native Advertising sendiri adalah sebuah bentuk iklan berbayar yang bentuknya menyerupai media di mana iklan tersebut ditempatkan. Beberapa tahun belakangan, Native Advertising tampak sebagai sebuah tren untuk Mobile Advertising. Beberapa situs advertising dan pakar marketing pun juga memprediksikan bahwa Native Advertising akan menjadi hal yang sangat menjanjikan untuk memenangkan audiens beberapa tahun ke depan.

20161021135335_img_5848

Ada beberapa hal tersendiri yang menyebabkan brand mulai beralih ke Native Advertising dan mulai meninggalkan jenis iklan yang lebih lama

  1. Better User Experience

Sifat Native Advertising yang tidak mengganggu audiens membuat audiens merasa nyaman dengan iklan tersebut. Menarik perhatian mereka dengan headline yang menggugah dan visual yang baik, membuat premis iklan lebih dipahami sebelum mereka melakukan klik pada iklan.

  1. Higher Brand Awareness

Placemet iklan pada media media besar membuat impresi iklan meningkat. Di saat audiens merasa nyaman melihat konten media, brand dapat memberikan impresi dengan headline maupun dengan keterangan sponsor/iklan.

  1. Direct Action

Native Advertising memungkinkan audiens untuk melakukan aksi langsung ke situs/landing page yang telah diatur sebelumnya. Hal ini juga akan memancing audiens untuk melakukan aktivitas lebih jauh, pembelian produk misalnya.

  1. Audience Targeting

Kemampuan Native Advertising membidik beberapa bidang menjadi keunggulan jenis iklan ini. Targeting ini bisa meliputi jenis kelamin, umur, operating system yang digunakan hingga waktu untuk memaksimalkan jangkauan efektif audiens.

  1. A Form of Win-Win Solution

Native Advertising adalah sebuah bentuk solusi, dari audiens yang ingin menikmati konten/informasi yang diakses, pengiklan bisa terus memasarkan produknya, dan juga media yang lebih ramah untuk audiens.

Tren ini kemudian sampailah ke Indonesia, dan FreakOut dewina Indonesia adalah Ad-Network pertama yang membawa konsep Mobile Native Advertising di Indonesia. FreakOut ini sendiri memang awalnya berdiri di Jepang, namun Ad-Network ini akhirnya berdiri juga di Indonesia pada September 2015.

Meskipun baru setahun di Indonesia, FreakOut dewina Indonesia sudah mempunyai berbagai macam brand sebagai klien Mobile Native Advertising dan juga berbagai channel publishers besar di Indonesia. Untuk tau lebih lengkap mengenai FreakOut dewina Indonesia dan cara beriklan yang lebih baik, silahkan saja kamu mengunjungi kami di sini. May The Native Be With You! (DC)