FreakOut Indonesia

Ini Dia Cara Memonetisasi Bisnis Media Anda

Di era publisher recession ini, publisher terpaksa untuk mengubah model bisnis mereka hanya dari media cetak saja. Karena itu, muncul berbagai cara untuk memonetisasi aset digital mereka. Mulai dari jaringan iklan (ad networks) dan penjualan produk iklannya sendiri (seperti Iklan Pemesanan/Reservation Ads) pun dilalui sebagai sumber utama monetisasi mereka.

Nah, tapi di balik semua itu, ada tujuh metode monetisasi media digital yang pastinya akan membuahkan hasil yang pesat bagi media Anda, beserta contoh-contoh yang sukses melaksanakannya.

1. Langganan (Subscriptions)

Konsep berlangganan media digital sebagai sumber pendapatan semakin menjadi perhatian. The New York Times punya lebih dari 7 juta pelanggan! Malah, di tahun 2020 lalu saja pelanggan mereka bertambah 1 juta orang lagi. Ini yang buat hasil Q2 2021 mereka jadi jauh melebihi perkiraan dengan pendapatan $499 juta (+23 YoY) dan pendapatan operasional berada di $93 juta (+78% YoY). Ini pun hasil semata-mata dari pendapatan langganan dan iklan digital. Hebat gak sih?

Menurut laporan industri yang disusun Reuters Institute Study of Journalism di Oxford University tahun ini, “berlangganan akan menjadi sumber pendapatan yang penting,” ini pun bukti dari 76% eksekutif media di 43 negara di dunia.

Nah, bagian penting dari langganan media digital itu adalah cara memasang paywalls demi mendorong pembaca untuk berlangganan. Sejauh ini, 5 pola paywall ini paling sering digunakan:

  • Freemium: layanan biasa gratis, namun fitur tambahan bayar.
  • Membership: harus daftar demi lihat konten lain
  • Terukur: ada batasan untuk konten gratis (e.g. Vulture)
  • Tipe timer: perlu berlangganan untuk baca konten dari waktu lalu.
  • Hybrid: kombinasi dari semua aspek di atas demi membuat pembaca berlangganan.

2. Monetisasi Konten (Content Monetization)

Jualan konten bukan berarti langganan, loh! Langganan konten seperti artikel bukan lagi jadi satu-satunya cara memonetisasi konten. Anda bisa jual artikel, e-book atau jurnal, dan bahkan arsip sebagai konten. Beberapa perusahaan seperti The Economics dan Business Insider di AS pun akhirnya mulai memonetisasi klien mereka dengan menjual laporan penelitian & konsultasi.

Ada juga cara membangun koneksi (dan audiens baru) dengan pembaca melalui konten selain artikel. Ada video (video essay, talk show, et cetera), audio (podcast, program radio, et cetera) dan bahkan buletin (newsletters).

Channel berita seperti The Guardian & CNBC punya YouTube channel sendiri yang selalu menayangkan program lebih dari 10 menit. Hasilnya? Lebih dari 1 juta orang berlangganan di channel mereka! Nah, tapi Anda harus siap untuk memasuki pasar audio/video, karena distributor dan tempat menaruh konten Anda akan menjadi perspektif yang penting. Supaya tidak salah target market!

Kalau buletin email, penggunaan biaya pastinya lebih rendah dibanding video & audio. Contohnya seperti Substack, platform buletin berlangganan berbayar ini lagi naik daun di Amerika Serikat.

3. Perdagangan & Afiliasi (Commerce & Affiliate)

Banyak publisher yang melihat pasar e-commerce sebagai peluang yang penting. Contohnya, Buzzfeed bisa hasilkan pendapatan dengan melisensikan produknya, seperti merek makanan mereka, Tasty.  Di akhir 2019, produk Buzzfeed menghasilkan $260 juta dalam penjualan retail mereka!

TIdak cuma itu, baru-baru ini, koran bisnis Forbes mengumumkan peluncuran Forbes Store, sebuah toko online yang menjual pakaian & merchandise mereka. Sebagai perusahaan media, Forbes Group telah memperkuat bisnis e-commerce mereka semenjak awal 2020 melalui Forbes Vetted dan Forbes Coupons yang menghasilkan pendapatan afiliasi.

4. Acara Online (Online Events)

Karena pandemi melumpuhkan berbagai sektor bisnis, banyak publisher yang mencari cara untuk menghasilkan pendapatan dari acara online. Ternyata, ada banyak caranya! Mulai dari tiket berbayar, akuisisi sponsor, atau bahkan melampirkan acara untuk sekalian ‘dagang’ pun bisa!

Sebuah perusahaan media teknologi di Amerika Serikat, VentureBeat, berhasil buat acara onlinenya lebih sukses dengan biaya minim. Tanpa biaya tempat dan pengeluaran lainnya, mereka malah bisa tarik lebih banyak peserta & sponsor!

5. Komunitas (Community)

Siapa sangka komunitas dapat jadi sumber pendapatan bagi kita? Dengan memanfaatkan jaringan media, inilah yang jadi kemampuan komunitas untuk menarik pelanggan.

Media sosial ekonomi di Jepang, NewsPicks, jadi contoh media yang berhasil lahirkan komunitas & mendapatkan pendapatannya sendiri. Dengan menambah fungsi komentar & sistem ‘Pro-Picker’, komunitas ini menjadi lebih kuat. Sekarang, mereka sedang memperluaskan domain bisnis mereka dengan memanfaatkan jaringan ahli media dan daya tarik pelanggannya.

Komunitas kecil pun juga bisa dimonetisasi, loh! Contohnya seperti perusahaan media, Patch. Mereka tangani informasi lokal yang tak dibahas oleh media besar — kecelakaan, insiden, dan pembukaan toko tertentu. Pendapatan mereka benar-benar dari iklan saja, namun karena pengiklan mereka berasal dari usaha kecil dan individual. Hasilnya? Jumlah pengguna mencapai 32 juta orang dengan penjualan tahunan lebih dari 20 juta dolar. Keren!

6. Program Donasi & Dukungan (Donations and support programs)

Sumbangan sukarela atau program dukungan secara berkala tetap jadi metode yang valid untuk menarik pendapatan. Media seperti The Guardian dari UK saja berdiri secara independen, loh! Sebanyak 650 ribu orang mendukung keuangan mereka secara rutin. Dalam setahun terakhir saja, ada sekitar 300 ribu orang lagi. Karena orang-orang dapat mempublikasikan karya mereka, seperti tulisan, komik, dan lain-lain, pembaca dapat mendukung sustainability The Guardian, mulai dari $1 saja!

7. Pendapatan Dari Periklanan (Advertising Revenue)

Tapi mau bagaimana pun, pendapatan dari iklan tetap jadi bagian yang penting. Tidak bisa bagi kita monetisasi media digital tanpa iklan. Adanya pembatasan penggunaan third-party cookies, hal ini menyulitkan penargetan & pengoptimalan melalui data audiens. Situasi ini yang memberikan publisher peluang yang telah memiliki & menggunakan data first-party. Selain itu, dengan mendukung pembelian programmatic media, akan mudah untuk mencapai pengoptimalan penayangan iklan yang lebih bermutu, mulai dari iklan programmatic, pemesanan, hingga konten bersponsor.

Total pendapatan dari Bloomberg Media untuk paruh pertama 2021 tumbuh 53% dari tahun ke tahun. Hasil ini melampaui target awal mereka di 34%. Tiap divisi mengalami pertumbuhan yang signifikan dari tahun sebelumnya karena pandemi. Yang hebatnya, jumlah penonton Quicktake, layanan streaming video yang bekerja dari model pendapatan iklan, naik 50% dari Juni hingga Juli!

***

Itu dia 7 cara mendapatkan penghasilan tambahan dari media digital. Banyaknya variasi membutuhkan investasi yang pasti.

Take a breath, dan mulai susun kerangka dan rencana bisnis yang optimal bagi media Anda. Selalu tanya pada diri Anda; apa yang menarik pembaca ke media Anda? Apakah konten Anda layak dibayar? Apa yang Anda miliki dan apa yang Anda belum miliki dalam struktur bisnis Anda?

Nah, akan lebih baik bagi Anda untuk berbicara dengan perusahaan dan pakar di bidangnya untuk mengumpulkan studi kasus & pengetahuan mereka. Seperti di FreakOut Group!

Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada publisher, termasuk konsultasi mengenai implementasi platform advertising kami atau bantuan dalam pengoptimalan monetisasi seperti platform third-party.

Kami dapat membantu Anda membangun aset digital Anda, memanfaatkannya seefektif mungkin, dan mengubahnya menjadi sumber pendapatan yang baru. Are you in the mood of success? Apakah Anda sedang berencana untuk memonetisasi media digital Anda? Atau Anda ingin belajar lebih banyak mengenai hal ini?

Jangan ragu untuk menghubungi FreakOut!