FreakOut Indonesia

Iklan Native, Revenue Untuk Aplikasi Mobile

Pertumbuhan Mobile App di iOS dan Android

Dua sistem operasi yang paling popular adalah Apple iOS dan Google Android yang di dalamnya terdapat  jutaan aplikasi. Sensor Tower memprediksikan jumlah aplikasi iOS di App Store bisa mencapai lebih dari 5 juta dalam empat tahun ke depan (berdasarkan data lebih dari 3 juta aplikasi di App Store).

Dari sekian banyak kategori aplikasi, didominasi oleh game, kemudian edukasi, hiburan, bisnis dan gaya hidup. Aplikasi tentang fotografi juga termasuk salah satu kategori paling favorit.

secret-of-mobile-appssource: mobilemarketingwatch

Insight Netizen Indonesia

85% pengguna Smartphone di Indonesia memiliki 10-15 aplikasi mobile dan sekitar 10% memiliki lebih dari 40 aplikasi mobile. Netizen terbiasa untuk mengecek smartphone mereka setiap 5 menit sekali dan mengunduh aplikasi baru setiap sebulan sekali.

Developer aplikasi mobile ini berusaha untuk memenuhi segala sektor kebutuhan dari user, dari berbagai kategori. Semua berlomba untuk menjadi aplikasi yang “tidak gampang diuninstall”, dengan berbagai fitur unggulan mereka.

Kebanyakan dari aplikasi yang ada di App Store maupun Google Play ini tidak berbayar, artinya mereka tidak menarik biaya apapun dari user yang ingin mengunduh aplikasi tersebut. Gratis, adalah salah satu faktor kenapa user mengunduh sebuah aplikasi. Inilah yang menjadi faktor kenapa developers harus mencari sumber revenue lain. (baca juga: 3 Trik Mendapatkan Revenue Bagi Pembuat Aplikasi Mobile)

Iklan Pop-Up atau Banner Ad sempat menjadi sebuah alternative untuk developers mencari revenue. Namun, banyak users yang akhirnya kesal dengan keberadaan Pop-Up ini karena menghambat mereka melihat konten, juga membuat situs menjadi lebih lamban dan tidak responsif. Bahkan, konten iklan tersebut dihindari oleh user karena mereka ingin segera menutup iklan tersebut. Product knowledge dari iklan tersebut pun tidak sampai ke users.

Mengapa Native Advertising?

Banyaknya user yang terganggu dengan iklan banner tersebut membuat ide tentang Ads Blocker berkembang. Revenue publisher atau penyedia content yang bergantung pada iklan digital bisa jadi jatuh karena kehadiran ads blocker. Klik dan impresi pembaca yang sebelumnya membuat revenue mengalir terus, menjadi jauh berkurang dengan adanya Ads Blocker.

Native Advertising menjadi jawaban untuk publisher atau mobile app developers. Iklan Native membuat developers untuk tetap mendapatkan revenue tanpa mengganggu user sama sekali. Iklan ini menyerupai bentuk dan layout dari media mobile tersebut.

 

111-mock-up-native-ad-klien

potrait-2

Iklan Native bisa dimplementasikan di semua kategori, termasuk games, music apps dan lain sebagainya. Iklan Native mampu ditempatkan sefleksibel dan sekustom mungkin. Lebih ramah ke users, Iklan Native menjadi solusi untuk users tetap mendapatkan konten secara nyaman dan juga untuk developers mendapatkan revenue.

Memasang Native Advertising di dalam mobile app platform cukup mudah. Cukup menyediakan inventory iklan dan menghubungi FreakOut dewina Indonesia. Semakin besar traffic yang bisa kamu sediakan, semakin besar pula revenue yang kamu dapatkan, dengan tetap mempertahankan user yang nyaman membaca konten mobile app tersebut.

header-newsletter

 

 

Source:

http://venturebeat.com/2015/07/29/3-native-advertising-myths-and-why-mobile-app-publishers-should-ignore-them/

https://www.appmakr.com/blog/app-monetization-strategies/

http://www.huffingtonpost.com/young-entrepreneur-council/4-app-monetization-strate_b_8928828.html

https://www.infokomputer.com/2016/08/berita/berita-reguler/berapakah-jumlah-aplikasi-di-app-store-pada-2020/

http://www.sinyal.co.id/2016/02/penggunaan-mobile-apps-meningkat/